Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pahami Cara Menulis Artikel Ilmiah Yang Praktis Tanpa Ribet

Cara Menulis Artikel
Cara Menulis Artikel


Sebagian orang beranggapan bahwa artikel merupakan contoh karangan ilmiah yang terbilang sulit untuk dibuat. Hal tersebut tampaknya hanya berlaku bagi mereka yang belum mengetahui teknik dan cara menulis artikel ilmiah.

Seyogyanya, cara menulis artikel ilmiah berbeda dengan karya tulis pada umumnya. Meskipun dalam praktik penulisan dinilai lebih ribet, artikel ilmiah memiliki beberapa teknik khusus yang dapat mempermudah proses penyusunannya.

Pengertian Artikel Ilmiah

Ditinjau dari pengertian secara umum, artikel ilmiah merupakan karangan yang ditulis secara sistematis dengan melibatkan penerapan konvensi ilmiah. Itu berarti, dalam penulisannya terdapat struktural tertentu yang harus dibangun.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara menulis artikel ilmiah, ada beberapa poin penting yang perlu kamu ketahui tentang karakteristiknya. Adapun ciri-ciri artikel ilmiah adalah sebagai berikut.

1.Dibangun atas dasar keilmuan

Sesuai namanya, artikel ilmiah mengharuskan isi yang terkandung memuat kaidah keilmuan. Artinya, proses pembuatan karangan ini merujuk pada penyajian fakta yang diperoleh dari sumber maupun referensi ilmiah.

Di samping itu, proses penulisan dan penyajian fakta-fakta pun harus logis. Sehingga dengan dasar ini, artikel menyajikan hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.

2.Tersusun secara baku

Bisa dibilang,  struktur artikel ilmiah layaknya jurnal. Di dalamnya memuat susunan baku yang meliputi cover, pendahuluan, isi, penutup, serta dibuktikan dengan referensi daftar pustaka. 

Di samping itu, penyusunan baku mengartikan bahwa artikel ilmiah menyajikan fakta yang diperoleh berdasarkan hasil riset. Ditambah dengan tahapan khusus untuk merepresentasikan sebuah informasi secara faktual.

3.Bersifat edukatif

Karena memuat unsur edukasi, berarti artikel ilmiah harus mampu menambah wawasan bagi pembacanya. Untuk itu, cara menulis artikel ilmiah sudah semestinya menyajikan data melalui pandangan baru yang sedikit diantaranya belum pernah dimuat dalam informasi serupa.

Cara Menulis Artikel Ilmiah dengan Praktis Tanpa Ribet

Kembali pada tujuan awal pembuka tadi, kamu dapat menulis artikel ilmiah secara praktis dengan menerapkan metode di bawah ini.

1.Menentukan tema setelah meninjau tujuan penelitian

Salah satu penyebab sulitnya melakukan penelitian adalah ketidakpastiannya antara tujuan penelitian dengan kondisi lapangan. Hal ini dipengaruhi oleh kurang tepatnya penentuan tema di saat kamu belum mengetahui keadaan yang sebenarnya.

Untuk meminimalisir hambatan di tahap awal, pastikan kamu meninjau terlebih dulu fakta di lapangan. Berikutnya baru menentukan tema yang tepat dan tertarget berdasarkan hasil peninjauan.

2.Menentukan judul yang sesuai dengan metode penelitian 

Cara menulis artikel ilmiah tak lain adalah memulainya dari judul. Namun sebelum itu, pastikan hasil peninjauan pada poin pertama membuahkan keputusan tentang metode penelitian yang akan kamu gunakan, apakah kualitatif maupun kuantitatif.

Kesesuaian antara judul dengan metode penelitian bersifat mutlak. Maka, ketahuilah kondisi lapangan untuk menentukan metode penelitian yang tepat. Selanjutnya, kamu tinggal menentukan judul yang relevan.

3.Membuat daftar rencana penelitian sesuai kebutuhan judul

Dari judul artikel ilmiah yang sebelumnya kamu peroleh, buatlah daftar informasi yang dibutuhkan. Dengan merujuk pada daftar inilah proses pengumpulan data kamu akan lebih tertarget. Sehingga dapat meningkatkan efisiensi waktu serta meminimalisir hal-hal yang tidak diperlukan.

4.Menyusun hasil penelitian sebelum dilakukan penulisan

Di tahap ini, kamu perlu mengumpulkan data hasil observasi untuk dilakukan filterisasi. Penyusunan yang dimaksud yakni membagi data berdasarkan kategori atau kualifikasi tertentu.

Cara ini akan memudahkan kamu dalam memilah data yang akan digunakan pada saat menulis artikel ilmiah nantinya.

5.Menulis hasil penelitian setelah dilakukan penyaringan dan filterisasi

Dari bagian-bagian data yang telah disaring, kamu cukup memasukkan informasi yang sesuai kebutuhan berdasarkan judul. Sebab tidak semua informasi di lapangan memiliki relevansi terhadap target yang ingin kamu capai.

Pastikan pada saat menyusun artikel ilmiah, terdapat kesesuaian antara data dengan cara kamu menyajikan dalam bentuk tulisan. Imbuhkan opsi argumentasi berupa hal-hal baru yang mendukung, yakni pandangan kamu setelah berhasil melakukan observasi dan menemukan data baru di lapangan.

6.Melakukan finalisasi secara terstruktur terhadap hasil penulisan tahap akhir

Finalisasi dinilai sangat penting sebelum kamu mengakhiri proses penulisan artikel ilmiah. Tujuannya untuk menemukan potensi kesalahan pada saat penyajian data informasi kemudian memperbaikinya.

Finalisasi harus dilakukan secara terstruktur, mulai dari proses awal penentuan tema, hingga selesainya penulisan artikel ilmiah.

Demikian cara menulis artikel ilmiah yang dapat kamu aplikasikan secara praktis dan tanpa ribet. Pastikan tidak ada kesalahan sejak tahapan awal hingga kamu memastikan selesainya karangan ilmiah tersebut dibuat.